JASA MANDOR BANGUNAN - JASA GAMBAR BANGUNAN DI JAKARTA DAN SURAKARTA MELAYANI PEKERJAAN BANGUN BARU - RENOVASI - PENGECATAN - GYPSUM - DESAIN RUMAH RINGGAL, RUKO, DLL

JASA MANDOR BANGUNAN

JASA MANDOR BANGUNAN

Selasa, 22 November 2011

MEMILIH TUKANG BANGUNAN



tukang bangunan

Tukang merupakan elemen penting dalam membangun sebuah rumah. Memilih tukang yang tepat memang bukan pekerjaan yang mudah.

Berikut cara untuk mencari pekerja dan sistem pengupahannya :

Pada dasarnya, sistem pengupahan dibedakan menjadi 2 macam yaitu 

  • sistem pengupahan harian
  • sistem borong upah kerja
  • sistem borong upah kerja dan bahan 


Sistem harian sebaiknya dilakukan jika pemilik rumah mempunyai waktu yang cukup dan paham betul bangunan dengan benar, untuk mengawasi pekerjaan dan mengarahkan tukang di perlukan seorang mandor yang dapat dipercaya, kemudian pemilik rumah harus mencari tukang sendiri, bayak sekali keahlian tukang yang berbeda, tentu harus paham dengan keahlian tukang, dan menyiapkan material secara matang agar tukang tidak ada kesempatan untuk mengganggur, artinya segala yang di butuhkan untuk keperluan dalam pekerjaan tukang baik itu dalam bentuk bahan material ataupun peralatan yang dibutuhkan dalam pengerjaan bangunan.
Kemudian pemilik rumah harus bisa memberi pengarahan apa saja yang perlu di kerjakan, jika anda kurang paham mengenai hal ini sebaiknya anda minta penjelasan pada mandor bangunan.

Bila mana di perlukan sediakan gambar kerja untuk dijadikan acuan dalam pekerjaan, jika anda menggunakan jasa arsitek, biasanya paket desain sudah disertakan,
Gambar kerja sederhana adalah terdiri dari :
  1. Gambar denah bangunan tampak/muka bangunan,
  2. Gambar potongan bangunan juga gambar model ukuran kusen.
  3. Gambar pondasi, sloof, kolom

Hal ini dilakukan agar pekerjaan tukang bisa terorganisir bahkan pekerjaannya bisa simultan artinya pekerjaan apa saja bisa di lakukan bersama-sama tanpa menggangu pekerjaan yang lain.

Sementara dalam sistem borongan, ada dua macam pola yaitu :

1. sistem borongan upah kerja (mandor borong )
2. sistem borongan upah dan bahan. (Pemborong)


Pada sistem borongan upah adalah sistem pembayaran yang dilakukan atas dasar hasil dari pekerjaan yang sudah dilakukan sementara untuk bahan material serta peralatan pemilik yang menyiapkan, kebutuhan tukang menjadi tanggung jawab mandor borong. belanja material apa bila kurang paham dengan bahan bangunan bisa mengajak kepala tukang/mandornya, jadi pemilik bisa menyiapkan bahan sesuai keinginan, pemilik juga mengetahui harga bahan bangunan yang di gunakan,


Kemudian untuk system borong upah dan bahan, adalah sistem pembayaran yang dilakukan atas dasar tenaga dan bahan yang di gunakan, segala kebutuhan tukang dan bahan sudah menjadi tanggung jawab pemborong, dan pemilik rumah hanya tinggal terima jadi atau terima kunci. material biasanya di tentukan oleh pemborongnya sesuai dengan kesepakatan bahan yang di gunakan,

Sebelum akhirnya memilih salah satu sistem borongan, hendaknya dipertimbangkan dahulu waktu yang diperlukan, tingkat kesulitan dalam pekerjaan dan penggunaan bahan material yang disesuaikan dengan model dan desain rumah yang di harapkan, sehingga apa yang menjadi keinginan pemilik bisa terwujud seperti model dan desain rumah yang di harapkan, tentunya sesuai dengan kwalitas bahan dan hasil pekerjaan yang baik.

MEMILIH TUKANG BANGUNAN

Tukang merupakan elemen penting dalam membangun sebuah rumah. Memilih tukang yang tepat memang bukan pekerjaan yang mudah.

Berikut cara untuk mencari pekerja dan sistem pengupahannya :

Pada dasarnya, sistem pengupahan dibedakan menjadi 2 macam yaitu
sistem pengupahan harian
sistem borong upah kerja
sistem borong upah kerja dan bahan

Sistem harian sebaiknya dilakukan jika pemilik rumah mempunyai waktu yang cukup dan paham betul bangunan dengan benar, untuk mengawasi pekerjaan dan mengarahkan tukang di perlukan seorang mandor yang dapat dipercaya, kemudian pemilik rumah harus mencari tukang sendiri, bayak sekali keahlian tukang yang berbeda, tentu harus paham dengan keahlian tukang, dan menyiapkan material secara matang agar tukang tidak ada kesempatan untuk mengganggur, artinya segala yang di butuhkan untuk keperluan dalam pekerjaan tukang baik itu dalam bentuk bahan material ataupun peralatan yang dibutuhkan dalam pengerjaan bangunan.
Kemudian pemilik rumah harus bisa memberi pengarahan apa saja yang perlu di kerjakan, jika anda kurang paham mengenai hal ini sebaiknya anda minta penjelasan pada mandor bangunan.

Bila mana di perlukan sediakan gambar kerja untuk dijadikan acuan dalam pekerjaan, jika anda menggunakan jasa arsitek, biasanya paket desain sudah disertakan,
Gambar kerja sederhana adalah terdiri dari :
1. Gambar denah bangunan tampak/muka bangunan,
2. Gambar potongan bangunan juga gambar model ukuran kusen.
3. Gambar pondasi, sloof, kolom

Hal ini dilakukan agar pekerjaan tukang bisa terorganisir bahkan pekerjaannya bisa simultan artinya pekerjaan apa saja bisa di lakukan bersama-sama tanpa menggangu pekerjaan yang lain.

Sementara dalam sistem borongan, ada dua macam pola yaitu :
1. sistem borongan upah kerja (mandor borong )
2. sistem borongan upah dan bahan. (Pemborong)

Pada sistem borongan upah adalah sistem pembayaran yang dilakukan atas dasar hasil dari pekerjaan yang sudah dilakukan sementara untuk bahan material serta peralatan pemilik yang menyiapkan, kebutuhan tukang menjadi tanggung jawab mandor borong. belanja material apa bila kurang paham dengan bahan bangunan bisa mengajak kepala tukang/mandornya, jadi pemilik bisa menyiapkan bahan sesuai keinginan, pemilik juga mengetahui harga bahan bangunan yang di gunakan,

Kemudian untuk system borong upah dan bahan, adalah sistem pembayaran yang dilakukan atas dasar tenaga dan bahan yang di gunakan, segala kebutuhan tukang dan bahan sudah menjadi tanggung jawab pemborong, dan pemilik rumah hanya tinggal terima jadi atau terima kunci. material biasanya di tentukan oleh pemborongnya sesuai dengan kesepakatan bahan yang di gunakan,

Sebelum akhirnya memilih salah satu sistem borongan, hendaknya dipertimbangkan dahulu waktu yang diperlukan, tingkat kesulitan dalam pekerjaan dan penggunaan bahan material yang disesuaikan dengan model dan desain rumah yang di harapkan, sehingga apa yang menjadi keinginan pemilik bisa terwujud seperti model dan desain rumah yang di harapkan, tentunya sesuai dengan kwalitas bahan dan hasil pekerjaan yang baik.

Minggu, 21 Agustus 2011

TIPS MERENCANAKAN MEMBANGUN RUMAH





Semua manusia membutuhkan tempat tinggal atau yang kita sebut sebagai rumah. Ketika sudah saatnya seseorang untuk memulai hidup berkeluarga, mereka akan membangun rumah tangganya dengan pemenuhan kebutuhan pokok berupa rumah tinggal, sandang dan pangan. Semua hal tersebut akan diperoleh dengan bekerja. Rumah tinggal yang merupakan kebutuhan utama sebuah keluarga memang sangat sulit didapat, karena membutuhkan biaya yang besar untuk mendapatkannya. Beberapa trick mungkin dapat dilakukan oleh semua orang seperti berikut ini :


  1. Berhemat dan sisakan uang jajan sejak usia muda

  2. Buatlah target menabung dengan mengubah jumlah nilai uang dalam bentuk perkiraan harga tanah 20 tahun mendatang, seperti berikut ( 1 meter persegi tanah = 250 ribu rupiah – 2 juta rupiah atau lebih ). Tabunglah nominal tersebut dalam target jangka waktu tertentu (seminggu, sebulan atau setahun) untuk membeli tanah seluas satu meter persegi dan targetkan berapa luasan tanah yang kita inginkan untuk rumah keluarga.

  3. Carilah referensi desain rumah yang disenangi di majalah atau pada buku-buku arsitektur.



  4. Buatlah skematik design rumah yang dimulai dengan jumlah ruang dan jenis ruang yang didambakan sesuai dengan fungsi ruang pada nantinya. Bisa dalam bentuk diagram tulisan.

  5. Gabungkan diagram jumlah ruang dengan model desain peruangan yang didapat dari referensi majalah diatas. Cocokkanlah keduanya dalam kesatuan fungsi dan ruang yang diinginkan. Jika ada yang belum cocok atau kurang, carilah lagi pada referensi lain sebanyak-banyaknya.

  6. Buatlah skematik denah peruangan yang diinginkan dengan menggabungkan desain dan jumlah peruangan yang sudah dipilih diatas. Buatlah kemungkinan denah sebanyak-banyaknya dan bayangkan kecocokan setiap ruang terhadap transisi antar ruangnya.

  7. Ketika perkiraan biaya yang ditabung sudah terpenuhi untuk membeli luasan tanah yang diinginkan, Mulailah mencari tanah menurut daerah yang kita senangi dan kecocokan terhadap denah peruangan serta bentukan bangunan yang sudah kita buat sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan kesemuanya akan berubah karena faktor site existing dan faktor lingkungan sekitar site. Faktor yang harus dilihat pada site yang kita inginkan adalah keadaan air tanah, sistim sanitasi riol kota, jaringan listrik dan yang terpenting adalah komunitas lingkungan sekitar terhadap sosialisasi dan keamanan.

  8. Konsultasikan semua data yang diperoleh dan kebutuhan rumah ideal yang didambakan kepada arsitek sebagai wadah konsultasi jasa yang membantu terlaksananya impian tersebut.

Semua faktor diatas akan di random oleh arsitek sebagai kesatuan yang utuh, yaitu rumah terhadap fungsi, rumah terhadap lingkungan hunian, rumah terhadap penghuni didalamnya dan rumah terhadap existing site. Kesemuanya akan direalisasikan oleh arsitek sebagai wujud rumah sebagai tempat tinggal sebuah keluarga yang harmonis terhadap lingkungannya.

TIPS MERENCANAKAN MEMBANGUN RUMAH





Semua manusia membutuhkan tempat tinggal atau yang kita sebut sebagai rumah. Ketika sudah saatnya seseorang untuk memulai hidup berkeluarga, mereka akan membangun rumah tangganya dengan pemenuhan kebutuhan pokok berupa rumah tinggal, sandang dan pangan. Semua hal tersebut akan diperoleh dengan bekerja. Rumah tinggal yang merupakan kebutuhan utama sebuah keluarga memang sangat sulit didapat, karena membutuhkan biaya yang besar untuk mendapatkannya. Beberapa trick mungkin dapat dilakukan oleh semua orang seperti berikut ini :


  1. Berhemat dan sisakan uang jajan sejak usia muda

  2. Buatlah target menabung dengan mengubah jumlah nilai uang dalam bentuk perkiraan harga tanah 20 tahun mendatang, seperti berikut ( 1 meter persegi tanah = 250 ribu rupiah – 2 juta rupiah atau lebih ). Tabunglah nominal tersebut dalam target jangka waktu tertentu (seminggu, sebulan atau setahun) untuk membeli tanah seluas satu meter persegi dan targetkan berapa luasan tanah yang kita inginkan untuk rumah keluarga.

  3. Carilah referensi desain rumah yang disenangi di majalah atau pada buku-buku arsitektur.



  4. Buatlah skematik design rumah yang dimulai dengan jumlah ruang dan jenis ruang yang didambakan sesuai dengan fungsi ruang pada nantinya. Bisa dalam bentuk diagram tulisan.

  5. Gabungkan diagram jumlah ruang dengan model desain peruangan yang didapat dari referensi majalah diatas. Cocokkanlah keduanya dalam kesatuan fungsi dan ruang yang diinginkan. Jika ada yang belum cocok atau kurang, carilah lagi pada referensi lain sebanyak-banyaknya.

  6. Buatlah skematik denah peruangan yang diinginkan dengan menggabungkan desain dan jumlah peruangan yang sudah dipilih diatas. Buatlah kemungkinan denah sebanyak-banyaknya dan bayangkan kecocokan setiap ruang terhadap transisi antar ruangnya.

  7. Ketika perkiraan biaya yang ditabung sudah terpenuhi untuk membeli luasan tanah yang diinginkan, Mulailah mencari tanah menurut daerah yang kita senangi dan kecocokan terhadap denah peruangan serta bentukan bangunan yang sudah kita buat sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan kesemuanya akan berubah karena faktor site existing dan faktor lingkungan sekitar site. Faktor yang harus dilihat pada site yang kita inginkan adalah keadaan air tanah, sistim sanitasi riol kota, jaringan listrik dan yang terpenting adalah komunitas lingkungan sekitar terhadap sosialisasi dan keamanan.

  8. Konsultasikan semua data yang diperoleh dan kebutuhan rumah ideal yang didambakan kepada arsitek sebagai wadah konsultasi jasa yang membantu terlaksananya impian tersebut.

Semua faktor diatas akan di random oleh arsitek sebagai kesatuan yang utuh, yaitu rumah terhadap fungsi, rumah terhadap lingkungan hunian, rumah terhadap penghuni didalamnya dan rumah terhadap existing site. Kesemuanya akan direalisasikan oleh arsitek sebagai wujud rumah sebagai tempat tinggal sebuah keluarga yang harmonis terhadap lingkungannya.

Selasa, 14 Juni 2011

KERAMIK DINDING


Keramik yang digunakan untuk melapisi dinding berbeda dengan keramik lantai. Karena tidak digunakan untuk menopang benda yang berat seperti keramik lantai, keramik dinding lebih tipis dibandingkan dengan keramik lantai. Keramik dinding yang tidak tebal juga memudahkan agar keramik mudah menempel pada dinding dan tidak mudah lepas akibat terlalu berat. Hal ini mengingat keramik tidak dipasang di bawah, melainkan akan dipasang pada bagian atas yang akan sangat dipengaruhi gaya gravitasi.
Pada umumnya, dinding keramik diaplikasikan pada dinding kamar mandi atau dapur. Namun, kini motif yang beragam membuat keramik tampil indah dan mampu menghiasi dinding layaknya wallpaper. Tidak hanya berbagai aneka warna yang menarik, motif keramik dinding juga semakin beragam, bahkan Anda dapat menyesuaikannya dengan berbagai pilihan tema keramik. Anda dapat menemui keramik dengan motif kayu, tanaman, poladot atau motif lain. Inilah yang membuat kehadirannya tidak lagi terasa monoton dan semakin banyak dipilih di samping berbagai kelebihan yang dimilikinya.

Kelebihan Keramik Dinding

Melapisi dinding dengan keramik memiliki berbagai kelebihan, di antaranya:
  • Lebih tahan lama

    Keramik dibuat dengan bahan yang homogen dan melalui pembakaran sampai lebih dari 1200o Celcius. Proses ini membuat.keramik menjadi bahan yang kuat tidak mudah rusak. Berbeda dengan wallpaper yang dapat mudah robek atau cat yang mudah terkelupas.
  • Mudah dibersihkan

    Keuntungan lain dari dinding keramik adalah keramik mudah dibersihkan. Sama seperti jika Anda membersihkan lantai keramik, dinding keramik mudah dibersihkan dengan menggunakan air dan pembersih lantai sehingga noda-noda dapat hilang dan dinding kembali bersih.
  • Dinding tidak perlu dihaluskan dengan aci

    Karena akan ditempel keramik, dinding yang telah jadi tidak perlu dihaluskan dengan lapisan aci atau semen. Ini dapat menghemat penggunaan semen.

Apa yang Harus Diperhatikan?

Sedangkan, beberapa kesulitan atau kelemahan yang ditemui dari dinding keramik antara lain:
  • Lebih mahal

    Harga untuk keramik dinding per meter persegi berkisar Rp 45.000,- sampai Rp 50.000,-. Ini berarti biaya yang dikeluarkan 2-3 kali lebih mahal dibandingkan melapisi dinding dengan wallpaper atau cat.
  • Keahlian khusus

    Untuk memasang keramik pada dinding, diperlukan keahlian khusus. Pemasangan lebih sulit karena bidang yang dipasang tegak lurus dari lantai sehingga perlu ketelitian dan keahlian dalam pengerjaannya agar keramik dapat terpasang lurus dan rata. Hal ini juga mengakibatkan biaya yang Anda keluarkan untuk tukang lebih banyak karena waktu yang dibutuhkan lebih lama.
Teknik lain dalam memasang keramik dinding adalah dengan model mosaik. Untuk membentuk mosaik, pemasangan keramik memperhatikan permainan warna gelap dan terang, membentuk pola yang sama dan akhirnya membentuk rangkaian atau gambar tertentu. Untuk membuat mosaik harus didesain dulu bagaimana tampilan yang ingin dihasilkan.
Melapisi dinding ruangan rumah dengan keramik dapat menjadi salah satu cara memperindah ruangan selain manfaat tahan lama yang dapat Anda peroleh.

KERAMIK DINDING


Keramik yang digunakan untuk melapisi dinding berbeda dengan keramik lantai. Karena tidak digunakan untuk menopang benda yang berat seperti keramik lantai, keramik dinding lebih tipis dibandingkan dengan keramik lantai. Keramik dinding yang tidak tebal juga memudahkan agar keramik mudah menempel pada dinding dan tidak mudah lepas akibat terlalu berat. Hal ini mengingat keramik tidak dipasang di bawah, melainkan akan dipasang pada bagian atas yang akan sangat dipengaruhi gaya gravitasi.
Pada umumnya, dinding keramik diaplikasikan pada dinding kamar mandi atau dapur. Namun, kini motif yang beragam membuat keramik tampil indah dan mampu menghiasi dinding layaknya wallpaper. Tidak hanya berbagai aneka warna yang menarik, motif keramik dinding juga semakin beragam, bahkan Anda dapat menyesuaikannya dengan berbagai pilihan tema keramik. Anda dapat menemui keramik dengan motif kayu, tanaman, poladot atau motif lain. Inilah yang membuat kehadirannya tidak lagi terasa monoton dan semakin banyak dipilih di samping berbagai kelebihan yang dimilikinya.

Kelebihan Keramik Dinding

Melapisi dinding dengan keramik memiliki berbagai kelebihan, di antaranya:
  • Lebih tahan lama

    Keramik dibuat dengan bahan yang homogen dan melalui pembakaran sampai lebih dari 1200o Celcius. Proses ini membuat.keramik menjadi bahan yang kuat tidak mudah rusak. Berbeda dengan wallpaper yang dapat mudah robek atau cat yang mudah terkelupas.
  • Mudah dibersihkan

    Keuntungan lain dari dinding keramik adalah keramik mudah dibersihkan. Sama seperti jika Anda membersihkan lantai keramik, dinding keramik mudah dibersihkan dengan menggunakan air dan pembersih lantai sehingga noda-noda dapat hilang dan dinding kembali bersih.
  • Dinding tidak perlu dihaluskan dengan aci

    Karena akan ditempel keramik, dinding yang telah jadi tidak perlu dihaluskan dengan lapisan aci atau semen. Ini dapat menghemat penggunaan semen.

Apa yang Harus Diperhatikan?

Sedangkan, beberapa kesulitan atau kelemahan yang ditemui dari dinding keramik antara lain:
  • Lebih mahal

    Harga untuk keramik dinding per meter persegi berkisar Rp 45.000,- sampai Rp 50.000,-. Ini berarti biaya yang dikeluarkan 2-3 kali lebih mahal dibandingkan melapisi dinding dengan wallpaper atau cat.
  • Keahlian khusus

    Untuk memasang keramik pada dinding, diperlukan keahlian khusus. Pemasangan lebih sulit karena bidang yang dipasang tegak lurus dari lantai sehingga perlu ketelitian dan keahlian dalam pengerjaannya agar keramik dapat terpasang lurus dan rata. Hal ini juga mengakibatkan biaya yang Anda keluarkan untuk tukang lebih banyak karena waktu yang dibutuhkan lebih lama.
Teknik lain dalam memasang keramik dinding adalah dengan model mosaik. Untuk membentuk mosaik, pemasangan keramik memperhatikan permainan warna gelap dan terang, membentuk pola yang sama dan akhirnya membentuk rangkaian atau gambar tertentu. Untuk membuat mosaik harus didesain dulu bagaimana tampilan yang ingin dihasilkan.
Melapisi dinding ruangan rumah dengan keramik dapat menjadi salah satu cara memperindah ruangan selain manfaat tahan lama yang dapat Anda peroleh.

Selasa, 03 Mei 2011

CAT SEPECIAL EFEK


Bosan dengan dinding yang tampil polos? Mungkin saatnya Anda bereksperimen dengan cat spesial efek. Produk terbarunya Suede Art Stone mampu menghasilkan tampilan seperti batu alam bertekstur halus, dan Stucco Veneziano yang menghadirkan nuansa batu onyx yang licin.

Suede tersedia dalam 20 warna, dibuat dari emulsi akrilik yang diformulasi khusus untuk membuat efek pengecatan bertekstur halus, bergradasi, dengan hasil akhir tidak mengilap (matt finish). Jika dilihat sekilas dari jauh menyerupai kain beludru. Produk dapat diaplikasikan pada berbagai media seperti dinding beton baik interior maupun eksterior, gipsum, gerabah, besi, kayu, alumunium dan kanvas.

Cat juga dapat membantu menutup retak halus pada permukaan tembok, tahan cuaca, melindungi tembok dari efek pengapuran, tidak menguning, ramah lingkungan karena tidak mengandung campuran solven/thinner, merkuri (timbal), dan formaldehyde.

Cara aplikasi, setelah dinding dibersihkan, lapisi permukaannya dengan cat dasar (undercoat atau wall sealer) dan biarkan kering selama 3 - 4 jam. Setelah itu baru aplikasikan cat tanpa perlu diencerkan dengan rol sebagai lapisan pertama. Setelah kering selama 3 - 4 jam, aplikasikan lapisan kedua dengan kuas besar secara silang menyilang dan biarkan mengering selama 3 - 4 jam. Kerjakan dengan teknik yang sama pada lapisan ketiga. Daya sebar cat mencapai 5 - 6 m2/liter.

produsen Suede dan Stucco. Suede Art Stone ditawarkan dalam kemasan 2,5 liter dan 20 liter seharga Rp175 ribu dan Rp1,35 juta.

Sementara Stucco Veneziano lebih tepat untuk aplikasi interior dinding plafon dan kolom. Cat ini menghasilkan warna bergradasi, gelap dan terang yang menarik dan berkesan alami. Daya sebar teoritis 3 - 4 m2/kg. Alat yang diperlukan adalah trowel stainless steel, kape/spatula, dan amplas halus nomor 400. Setelah diberi cat dasar, Stucco bisa langsung diaplikasikan tanpa diencerkan memakai trowel atau spatula secara merata, dan biarkan mengering minimal enam jam.

Setelah itu aplikasikan lapisan kedua tipis-tipis dengan spatula, variasikan sapuannya secara silang menyilang sehingga tampak ada gradasi. Gesekkan sisi trowel/spatula untuk menimbulkan efek gradasi. Setelah mengering dalam 2-3 jam, amplas permukaan bidang secara merata dan bersihkan sisa debu amplasan dengan kain lembab. Terakhir kuaskan lapisan cat ketiga seperti langkah sebelumnya. Pemakaian mesin amplas untuk bidang yang lebar sangat membantu. Untuk proteksi dan hasil yang lebih licin, beri semir atau wax Stucco sebagai finishing. Produk tersedia dalam 12 warna dengan kemasan 1, 5, 20 kg seharga Rp200 ribu, Rp800 ribu dan Rp2,2 juta.

CAT SEPECIAL EFEK


Bosan dengan dinding yang tampil polos? Mungkin saatnya Anda bereksperimen dengan cat spesial efek. Produk terbarunya Suede Art Stone mampu menghasilkan tampilan seperti batu alam bertekstur halus, dan Stucco Veneziano yang menghadirkan nuansa batu onyx yang licin.

Suede tersedia dalam 20 warna, dibuat dari emulsi akrilik yang diformulasi khusus untuk membuat efek pengecatan bertekstur halus, bergradasi, dengan hasil akhir tidak mengilap (matt finish). Jika dilihat sekilas dari jauh menyerupai kain beludru. Produk dapat diaplikasikan pada berbagai media seperti dinding beton baik interior maupun eksterior, gipsum, gerabah, besi, kayu, alumunium dan kanvas.

Cat juga dapat membantu menutup retak halus pada permukaan tembok, tahan cuaca, melindungi tembok dari efek pengapuran, tidak menguning, ramah lingkungan karena tidak mengandung campuran solven/thinner, merkuri (timbal), dan formaldehyde.

Cara aplikasi, setelah dinding dibersihkan, lapisi permukaannya dengan cat dasar (undercoat atau wall sealer) dan biarkan kering selama 3 - 4 jam. Setelah itu baru aplikasikan cat tanpa perlu diencerkan dengan rol sebagai lapisan pertama. Setelah kering selama 3 - 4 jam, aplikasikan lapisan kedua dengan kuas besar secara silang menyilang dan biarkan mengering selama 3 - 4 jam. Kerjakan dengan teknik yang sama pada lapisan ketiga. Daya sebar cat mencapai 5 - 6 m2/liter.

produsen Suede dan Stucco. Suede Art Stone ditawarkan dalam kemasan 2,5 liter dan 20 liter seharga Rp175 ribu dan Rp1,35 juta.

Sementara Stucco Veneziano lebih tepat untuk aplikasi interior dinding plafon dan kolom. Cat ini menghasilkan warna bergradasi, gelap dan terang yang menarik dan berkesan alami. Daya sebar teoritis 3 - 4 m2/kg. Alat yang diperlukan adalah trowel stainless steel, kape/spatula, dan amplas halus nomor 400. Setelah diberi cat dasar, Stucco bisa langsung diaplikasikan tanpa diencerkan memakai trowel atau spatula secara merata, dan biarkan mengering minimal enam jam.

Setelah itu aplikasikan lapisan kedua tipis-tipis dengan spatula, variasikan sapuannya secara silang menyilang sehingga tampak ada gradasi. Gesekkan sisi trowel/spatula untuk menimbulkan efek gradasi. Setelah mengering dalam 2-3 jam, amplas permukaan bidang secara merata dan bersihkan sisa debu amplasan dengan kain lembab. Terakhir kuaskan lapisan cat ketiga seperti langkah sebelumnya. Pemakaian mesin amplas untuk bidang yang lebar sangat membantu. Untuk proteksi dan hasil yang lebih licin, beri semir atau wax Stucco sebagai finishing. Produk tersedia dalam 12 warna dengan kemasan 1, 5, 20 kg seharga Rp200 ribu, Rp800 ribu dan Rp2,2 juta.

Rabu, 27 April 2011

CARA MEMBUT TANGGA MENJADI NYAMAN


Tangga adalah sarana vital untuk menghubungkan antara satu lantai dengan lantai di atasnya. Selain harus aman dan nyaman, bentuk tangga pun harus sesuai dengan konsep rumah secara keseluruhan.

Fungsi utama tangga adalah menghubungkan lantai bawah dan lantai di atasnya. Dalam membuat tangga, hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah bentuk serta materialnya. Khusus untuk rumah mungil bentuk tangga harus benar-benar dipikirkan, karena tidak boleh hanya bagus dari fisiknya saja, namun juga

Ada tiga syarat utama membuat tangga, yaitu aman, nyaman, dan indah. Ketiganya mencakup bahan maupun struktur konstruksi tangga. "Nyaman dilihat dari faktor undakannya. Sedangkan aman, tentu saja, tidak membahayakan pemakainya. Misalnya, jika punya anak kecil sebaiknya dikasih pintu di tangga bagian atas, atau dilapisi karpet agar saat jatuh tak begitu terasa sakit,"

Saat pertama kali membuat tangga yang harus diperhatikan adalah tinggi tangga (optrede) dan lebar anak tangga (antrede). "Tinggi tangga yang ideal antara 15-20 centimeter. Sedangkan lebar anak tangga antara 25-30 cenitimeter. Lebih atau kurang dari itu biasanya tidak nyaman dan dipakai jalan enggak enak," .
Ambil contoh, untuk sebuah rumah dengan jarak lantai satu dengan lantai dua adalah 3 meter, akan diperlukan 20 buah anak tangga (3m : 15cm). "Jangan lupa harus dipikirkan jarak untuk bordes atau tempat peristirahatan. Sehingga 20 anak tangga dikalikan 25 centimeter (lebar anak tangga) total jarak tangga yang diperlukan adalah 5 meter."


Ada beberapa cara, yang mungkin bisa jadi pilihan dalam memberikan keindahan pada tangga :


1. Berikan finishing pada railing tangga, untuk membuatnya tampil rapi. Kecuali kalau Anda memang ingin tangga bertema rustik, maka biarkan railing tampil apa adanya. Poin pentingnya, sesuaikan dengan tema keseluruhan rumah.

2. Supaya area tangga tampil lebih dramatis, lengkapi dengan lighting pada anak-anak tangganya. Deretan lampu yang menerangi tangga, selain membuat si tangga lebih aman dilalui, juga memberi kesan seolah-olah tangga "menyambut" Anda, saat naik atau turun.

3. Cara yang satu ini mungkin sudah sering dilakukan. Manfaatkan dinding di area tangga sebagai "galeri" untuk Anda dan keluarga. Bisa dengan menempatkan koleksi foto keluarga, atau deretan bingkai lukisan-lukisan karya si buah hati. Cara ini tidak cuma membuat area tangga jadi cantik, pun memberikan kesan personal pada rumah.

4. Daripada membiarkan anak tangga tampil polos, mengapa tidak mencoba melapisinya dengan karpet bermotif. Sama halnya seperti pada ruangan, aplikasi warna dan motif jitu membuat ruangan tampil menawan.

CARA MEMBUT TANGGA MENJADI NYAMAN


Tangga adalah sarana vital untuk menghubungkan antara satu lantai dengan lantai di atasnya. Selain harus aman dan nyaman, bentuk tangga pun harus sesuai dengan konsep rumah secara keseluruhan.

Fungsi utama tangga adalah menghubungkan lantai bawah dan lantai di atasnya. Dalam membuat tangga, hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah bentuk serta materialnya. Khusus untuk rumah mungil bentuk tangga harus benar-benar dipikirkan, karena tidak boleh hanya bagus dari fisiknya saja, namun juga

Ada tiga syarat utama membuat tangga, yaitu aman, nyaman, dan indah. Ketiganya mencakup bahan maupun struktur konstruksi tangga. "Nyaman dilihat dari faktor undakannya. Sedangkan aman, tentu saja, tidak membahayakan pemakainya. Misalnya, jika punya anak kecil sebaiknya dikasih pintu di tangga bagian atas, atau dilapisi karpet agar saat jatuh tak begitu terasa sakit,"

Saat pertama kali membuat tangga yang harus diperhatikan adalah tinggi tangga (optrede) dan lebar anak tangga (antrede). "Tinggi tangga yang ideal antara 15-20 centimeter. Sedangkan lebar anak tangga antara 25-30 cenitimeter. Lebih atau kurang dari itu biasanya tidak nyaman dan dipakai jalan enggak enak," .
Ambil contoh, untuk sebuah rumah dengan jarak lantai satu dengan lantai dua adalah 3 meter, akan diperlukan 20 buah anak tangga (3m : 15cm). "Jangan lupa harus dipikirkan jarak untuk bordes atau tempat peristirahatan. Sehingga 20 anak tangga dikalikan 25 centimeter (lebar anak tangga) total jarak tangga yang diperlukan adalah 5 meter."


Ada beberapa cara, yang mungkin bisa jadi pilihan dalam memberikan keindahan pada tangga :


1. Berikan finishing pada railing tangga, untuk membuatnya tampil rapi. Kecuali kalau Anda memang ingin tangga bertema rustik, maka biarkan railing tampil apa adanya. Poin pentingnya, sesuaikan dengan tema keseluruhan rumah.

2. Supaya area tangga tampil lebih dramatis, lengkapi dengan lighting pada anak-anak tangganya. Deretan lampu yang menerangi tangga, selain membuat si tangga lebih aman dilalui, juga memberi kesan seolah-olah tangga "menyambut" Anda, saat naik atau turun.

3. Cara yang satu ini mungkin sudah sering dilakukan. Manfaatkan dinding di area tangga sebagai "galeri" untuk Anda dan keluarga. Bisa dengan menempatkan koleksi foto keluarga, atau deretan bingkai lukisan-lukisan karya si buah hati. Cara ini tidak cuma membuat area tangga jadi cantik, pun memberikan kesan personal pada rumah.

4. Daripada membiarkan anak tangga tampil polos, mengapa tidak mencoba melapisinya dengan karpet bermotif. Sama halnya seperti pada ruangan, aplikasi warna dan motif jitu membuat ruangan tampil menawan.

Minggu, 27 Maret 2011

TEHNIK MENGECAT RUMAH



Masalah yang sering terjadi pada cat dinding antara lain dinding berjamur (lembab), pengapuran, timbulnya belang pada dinding, keretakan halus, mengelupas, menggelembung, atau pudar. Untuk menanggulangi berbagai masalah cat dinding, kita perlu mengetahu tahapan dan cara mengecat yang benar. Cat yang digunakan harus sesuai dengan penggunaannya, misalnya cat eksterior dipakai untuk dinding luar karena lebih tahan dengan perubahan cuaca, suhu dan temperatur udara yang drastis. Cat yang gampang memudar biasanya disebabkan oleh kualitas cat dan penggunaannya, misalnya cat interior dipakai untuk eksterior.

Cat yang baik memiliki resistensi terhadap garam (alkali resistant) yang terdapat dalam campuran bahan-bahan pengisi dinding agar warna cat tembok tidak cepat kusam dan belang. Untuk memperkuat cat eksterior agar lebih tahan lama, cat dasar diperlukan karena memiliki ketahanan terhadap garam atau alkali yang cukup tinggi agar mencegahnya merusak cat dinding. Cat dinding luar/ eksterior biasanya memiliki kandungan kimia yang membuatnya tahan cuaca, dan disebut weatherproof, weathershield, dan sebagainya. Meskipun akan menggunakan cat eksterior, akan lebih baik bila diberi cat dasar dahulu.
ahapan-tahapan dalam mengecat

1. Persiapkan alat-alat sebelum mengecat seperti kuas, kaleng air. Cat aduk dulu selama lima menit.

2. Jangan lupa agar barang-barang lain tidak terkena cat, pertama pindahkan atau ditutupi dengan koran. Bersihkan dahulu dinding dengan vaccum cleaner kalau ada, atau dengan kemoceng atau sapu. Bila terlalu kotor dapat disikat dengan deterjen atau cairan pembersih jamur. Bersihkan permukaan dengan air.

3.dempul dan ratakan dengan plamir bagian dinding yang perlu ditambal seperti retak rambut, lubang paku dan lainnya.

4. permukaan lapisan tembok baru dapat dilapisi water base atau solvent yang bermutu agar hasil akhir menjadi lebih rata, halus dan tidak mudah mengelupas. Wall sealer juga bisa dipakai untuk menyesuaikan ph semen dengan ph cat sehingga warnanya akan tahan lama.

5. Cat dengan warna putih sebagai dasaran, tunggu sekitar 1-2 jam untuk mengeringkannya. Campur cat warna dengan air sebanyak 10 persen dari jumlah cat, aduk hingga rata selama 5 menit.

5. Trik mengecat dengan rata adalah dengan membuat gerakan zig-zag dari atas ke bawah berulang kali sampai dinding tertutup rata. Setelah 2-3 jam baru lapisi kembali dengan cat agar lebih mulus hasilnya. Roller bisa digunakan untuk meratakan warna permukaan dinding.

6. Untuk bagian plafon bisa menggunakan roller, campuran cat dibuat agak kental.

7. Bila ingin merubah warna lain dinding harus diamplas sampai rata. Bersihkan dengan alat pembersih, kemudian baru dicat dengan warna yang disukai. Agar dinding tidak terlihag berbeda warna, caranya adalah kerjakan satu bidang permukaan dinding di saat itu juga dalam satu waktu sehingga warna permukaan semua relatif sama. Jarak waktu antara lapisan satu dengan kedua sekitar 1-2 jam dan jangan terlalu lama.

TEHNIK MENGECAT RUMAH



Masalah yang sering terjadi pada cat dinding antara lain dinding berjamur (lembab), pengapuran, timbulnya belang pada dinding, keretakan halus, mengelupas, menggelembung, atau pudar. Untuk menanggulangi berbagai masalah cat dinding, kita perlu mengetahu tahapan dan cara mengecat yang benar. Cat yang digunakan harus sesuai dengan penggunaannya, misalnya cat eksterior dipakai untuk dinding luar karena lebih tahan dengan perubahan cuaca, suhu dan temperatur udara yang drastis. Cat yang gampang memudar biasanya disebabkan oleh kualitas cat dan penggunaannya, misalnya cat interior dipakai untuk eksterior.

Cat yang baik memiliki resistensi terhadap garam (alkali resistant) yang terdapat dalam campuran bahan-bahan pengisi dinding agar warna cat tembok tidak cepat kusam dan belang. Untuk memperkuat cat eksterior agar lebih tahan lama, cat dasar diperlukan karena memiliki ketahanan terhadap garam atau alkali yang cukup tinggi agar mencegahnya merusak cat dinding. Cat dinding luar/ eksterior biasanya memiliki kandungan kimia yang membuatnya tahan cuaca, dan disebut weatherproof, weathershield, dan sebagainya. Meskipun akan menggunakan cat eksterior, akan lebih baik bila diberi cat dasar dahulu.
ahapan-tahapan dalam mengecat

1. Persiapkan alat-alat sebelum mengecat seperti kuas, kaleng air. Cat aduk dulu selama lima menit.

2. Jangan lupa agar barang-barang lain tidak terkena cat, pertama pindahkan atau ditutupi dengan koran. Bersihkan dahulu dinding dengan vaccum cleaner kalau ada, atau dengan kemoceng atau sapu. Bila terlalu kotor dapat disikat dengan deterjen atau cairan pembersih jamur. Bersihkan permukaan dengan air.

3.dempul dan ratakan dengan plamir bagian dinding yang perlu ditambal seperti retak rambut, lubang paku dan lainnya.

4. permukaan lapisan tembok baru dapat dilapisi water base atau solvent yang bermutu agar hasil akhir menjadi lebih rata, halus dan tidak mudah mengelupas. Wall sealer juga bisa dipakai untuk menyesuaikan ph semen dengan ph cat sehingga warnanya akan tahan lama.

5. Cat dengan warna putih sebagai dasaran, tunggu sekitar 1-2 jam untuk mengeringkannya. Campur cat warna dengan air sebanyak 10 persen dari jumlah cat, aduk hingga rata selama 5 menit.

5. Trik mengecat dengan rata adalah dengan membuat gerakan zig-zag dari atas ke bawah berulang kali sampai dinding tertutup rata. Setelah 2-3 jam baru lapisi kembali dengan cat agar lebih mulus hasilnya. Roller bisa digunakan untuk meratakan warna permukaan dinding.

6. Untuk bagian plafon bisa menggunakan roller, campuran cat dibuat agak kental.

7. Bila ingin merubah warna lain dinding harus diamplas sampai rata. Bersihkan dengan alat pembersih, kemudian baru dicat dengan warna yang disukai. Agar dinding tidak terlihag berbeda warna, caranya adalah kerjakan satu bidang permukaan dinding di saat itu juga dalam satu waktu sehingga warna permukaan semua relatif sama. Jarak waktu antara lapisan satu dengan kedua sekitar 1-2 jam dan jangan terlalu lama.

TEHNIK CAT RUMAH


Masalah yang sering terjadi pada cat dinding antara lain dinding berjamur (lembab), pengapuran, timbulnya belang pada dinding, keretakan halus, mengelupas, menggelembung, atau pudar. Untuk menanggulangi berbagai masalah cat dinding, kita perlu mengetahu tahapan dan cara mengecat yang benar. Cat yang digunakan harus sesuai dengan penggunaannya, misalnya cat eksterior dipakai untuk dinding luar karena lebih tahan dengan perubahan cuaca, suhu dan temperatur udara yang drastis. Cat yang gampang memudar biasanya disebabkan oleh kualitas cat dan penggunaannya, misalnya cat interior dipakai untuk eksterior.

Cat yang baik memiliki resistensi terhadap garam (alkali resistant) yang terdapat dalam campuran bahan-bahan pengisi dinding agar warna cat tembok tidak cepat kusam dan belang. Untuk memperkuat cat eksterior agar lebih tahan lama, cat dasar diperlukan karena memiliki ketahanan terhadap garam atau alkali yang cukup tinggi agar mencegahnya merusak cat dinding. Cat dinding luar/ eksterior biasanya memiliki kandungan kimia yang membuatnya tahan cuaca, dan disebut weatherproof, weathershield, dan sebagainya. Meskipun akan menggunakan cat eksterior, akan lebih baik bila diberi cat dasar dahulu.
ahapan-tahapan dalam mengecat

1. Persiapkan alat-alat sebelum mengecat seperti kuas, kaleng air. Cat aduk dulu selama lima menit.

2. Jangan lupa agar barang-barang lain tidak terkena cat, pertama pindahkan atau ditutupi dengan koran. Bersihkan dahulu dinding dengan vaccum cleaner kalau ada, atau dengan kemoceng atau sapu. Bila terlalu kotor dapat disikat dengan deterjen atau cairan pembersih jamur. Bersihkan permukaan dengan air.

3.dempul dan ratakan dengan plamir bagian dinding yang perlu ditambal seperti retak rambut, lubang paku dan lainnya.

4. permukaan lapisan tembok baru dapat dilapisi water base atau solvent yang bermutu agar hasil akhir menjadi lebih rata, halus dan tidak mudah mengelupas. Wall sealer juga bisa dipakai untuk menyesuaikan ph semen dengan ph cat sehingga warnanya akan tahan lama.

5. Cat dengan warna putih sebagai dasaran, tunggu sekitar 1-2 jam untuk mengeringkannya. Campur cat warna dengan air sebanyak 10 persen dari jumlah cat, aduk hingga rata selama 5 menit.

5. Trik mengecat dengan rata adalah dengan membuat gerakan zig-zag dari atas ke bawah berulang kali sampai dinding tertutup rata. Setelah 2-3 jam baru lapisi kembali dengan cat agar lebih mulus hasilnya. Roller bisa digunakan untuk meratakan warna permukaan dinding.

6. Untuk bagian plafon bisa menggunakan roller, campuran cat dibuat agak kental.

7. Bila ingin merubah warna lain dinding harus diamplas sampai rata. Bersihkan dengan alat pembersih, kemudian baru dicat dengan warna yang disukai. Agar dinding tidak terlihag berbeda warna, caranya adalah kerjakan satu bidang permukaan dinding di saat itu juga dalam satu waktu sehingga warna permukaan semua relatif sama. Jarak waktu antara lapisan satu dengan kedua sekitar 1-2 jam dan jangan terlalu lama.

Kamis, 24 Maret 2011

MENGATASI DINDING LEMBAB



sebenarnya dinding lembab banyak dipengaruhi faktor teknis di lapangan. Diantaranya campuran semennya tidak sesuai dengan standar (umumnya dinding kamar mandi menggunakan lapisan trasram setinggi 1m dari lantai untuk menghalangi air masuk), atau karena ada pipa air yang bocor di dalam dinding.

Kalo ditutup langsung dengan keramik ditakutkan timbul masalah baru. Dinding yang lembab dapat membuat daya rekat keramik dengan dinding berkurang, ini akan membuat keramik terlepas lama-kelamaan (hal ini umum terjadi pada lantai yang keramiknya pecah)

Saya sarankan, dinding kamar mandi dijebol sedikit untuk memberi plesteran baru setinggi 1m. Plesteran kira-kira 1:3 (1 PC:3 pasir). Lalu tunggu hingga kering. Setelah itu Anda dapat melapisi dengan cat waterproof atau cat eksterior/weathershield/wheatercoat. Boleh juga menggunakan keramik.
Kesal karena dinding rumah anda lembab karena rembesan air? Ikuti tip mengatasi kelembaban atau rembesan pada dinding ini secara lengkap.
Seringkali kita jumpai rumah yang diatur sedemikian hingga mulai dari halaman, teras sampai pada interiornya yang mencerminkan kemapanan, kerajinan penghuninya, dan sebagainya. Tapi tak jarang pula kemapanan, kerapihan serta kerajinan itu terusik manakala banyak timbul bercak bercak lembab yang mengandung molekul-molekul air pada dinding-dinding interiornya. Bilamana anda jumpai hal yang seperti ini, maka harus secepatnya ditanggulangi agar tidak terus menerus mengganggu pemandangan.
Untuk menanggulangi dinding rumah yang lembab atau mempunyai bercak air pada dinding interior, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengidentifikasikan lokasi bercak tersebut dan factor-faktor yang harus diperhatikan adalah :

• Apakah karena pipa air yang bocor. • Permukaan air tanah yang naik • Rembesan dari kamar mandi • retak rambut • adanya celah antara 2 dinding dengan tetangga • penggunaan batualam sebagai pelapis dinding eksterior • ataukah karena dinding luar yang belum diplester.

Setelah kita identifikasi akar penyebabnya maka baru kita pikirkan solusi terbaik untuk mengatasi bercak pada dinding rumah tersebut dan kalo bisa hilang selamanya. Dari identifikasi maka kita dapatkan metode penanggulangannya, yakni sebagai berikut :
Air permukaan tanah naik & Pipa Air Bocor
Biasanya bercak kelembaban teralokasi dibawah 1 meter pada dinding rumah, dan terjadi terus menerus sepanjang waktu tidak mengenal saat hujan atau tidak. Perlu anda ketahui bahwa air tanah masuk ke dinding interior melalui kapiler material semen. Penyebab utamanya adalah karena rendahnya kualitas material plesteran baik dinding luar maupun dalam.
Solusi : mengerok plesteran kurang lebih 1 meter dari permukaan, ganti dengan plesteran baru dengan komposisi pasir dan semen 3:1, baru kemudian dilakukan pengecatan sesuai dengan prosedur yang benar.
Adanya pipa air yang bocor, biasanya terindikasi kurang lebih 1 meter dari dinding dasar. Ini mudah terlihat bercak basahnya, lebih parah dari bewrcak basah lainnya. Solusi : ganti pipa yang bocor, lalu plester dengan komposisi material yang benar.
Retak rambut dinding Interior
Penyebab utamanya adalah karena pada dinding rumah anda terdapat unsur pembentuk plesteran yang tidak bersih dan banyak mangandung tanah atau material lainnya, air yang digunakan untuk mengaduk semen dari comberan, proses pengacian dilakukan saat belum waktunya, plesteran belum kering sempurna.
Solusi : retak-retak rambut diperbesar sedikit dan ditutup dengan plamir tembok, setelah mengering sempurna total baru difinishing.
Dinding luar belum diplester
Bila dinding rumah anda dibagian luar belum diplester maka seringkali anda jumpai dinding anda lembab. Air hujan masuk ke dalam material dinding melalui daya kapiler meresap melalui pori-pori material menembus ketebalan dinding berakhir pada dinding interior, berhenti dan membentuk pola air pada dinding.
Plesteran dinding luar dengan perbandingan material 1:3, tunggu kurang lebih 2 minggu memberi kesempatan plesteran kering total, kemudian diaci.
Air merembes dari celah dinding
Air merembes masuk dari celah dinding rumah kita yang berbatasan dengan tetangga mengakibatkan air masuk dari celah kedua dinding tersebut.
Solusi : tutup celah itu dengan plesteran kemudian lapisi dengan Pelapis Anti bocor .
Air merembes dari kamar mandi
Penyebabnya antara lain :

• sambungan pipa air rusak/putus
• kualitas material plesteran yang kurang baik.

Solusi : cukup mudah, yakni betulkan sambungan yang rusak/putus , kerok plesteran dan ganti dengan plesteran yang baik.
Semoga artikel ini berguna dan anda tidak mempunyai masalah lagi dengan dinding rumah.

MENGATASI DINDING LEMBAB



sebenarnya dinding lembab banyak dipengaruhi faktor teknis di lapangan. Diantaranya campuran semennya tidak sesuai dengan standar (umumnya dinding kamar mandi menggunakan lapisan trasram setinggi 1m dari lantai untuk menghalangi air masuk), atau karena ada pipa air yang bocor di dalam dinding.

Kalo ditutup langsung dengan keramik ditakutkan timbul masalah baru. Dinding yang lembab dapat membuat daya rekat keramik dengan dinding berkurang, ini akan membuat keramik terlepas lama-kelamaan (hal ini umum terjadi pada lantai yang keramiknya pecah)

Saya sarankan, dinding kamar mandi dijebol sedikit untuk memberi plesteran baru setinggi 1m. Plesteran kira-kira 1:3 (1 PC:3 pasir). Lalu tunggu hingga kering. Setelah itu Anda dapat melapisi dengan cat waterproof atau cat eksterior/weathershield/wheatercoat. Boleh juga menggunakan keramik.
Kesal karena dinding rumah anda lembab karena rembesan air? Ikuti tip mengatasi kelembaban atau rembesan pada dinding ini secara lengkap.
Seringkali kita jumpai rumah yang diatur sedemikian hingga mulai dari halaman, teras sampai pada interiornya yang mencerminkan kemapanan, kerajinan penghuninya, dan sebagainya. Tapi tak jarang pula kemapanan, kerapihan serta kerajinan itu terusik manakala banyak timbul bercak bercak lembab yang mengandung molekul-molekul air pada dinding-dinding interiornya. Bilamana anda jumpai hal yang seperti ini, maka harus secepatnya ditanggulangi agar tidak terus menerus mengganggu pemandangan.
Untuk menanggulangi dinding rumah yang lembab atau mempunyai bercak air pada dinding interior, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengidentifikasikan lokasi bercak tersebut dan factor-faktor yang harus diperhatikan adalah :

• Apakah karena pipa air yang bocor. • Permukaan air tanah yang naik • Rembesan dari kamar mandi • retak rambut • adanya celah antara 2 dinding dengan tetangga • penggunaan batualam sebagai pelapis dinding eksterior • ataukah karena dinding luar yang belum diplester.

Setelah kita identifikasi akar penyebabnya maka baru kita pikirkan solusi terbaik untuk mengatasi bercak pada dinding rumah tersebut dan kalo bisa hilang selamanya. Dari identifikasi maka kita dapatkan metode penanggulangannya, yakni sebagai berikut :
Air permukaan tanah naik & Pipa Air Bocor
Biasanya bercak kelembaban teralokasi dibawah 1 meter pada dinding rumah, dan terjadi terus menerus sepanjang waktu tidak mengenal saat hujan atau tidak. Perlu anda ketahui bahwa air tanah masuk ke dinding interior melalui kapiler material semen. Penyebab utamanya adalah karena rendahnya kualitas material plesteran baik dinding luar maupun dalam.
Solusi : mengerok plesteran kurang lebih 1 meter dari permukaan, ganti dengan plesteran baru dengan komposisi pasir dan semen 3:1, baru kemudian dilakukan pengecatan sesuai dengan prosedur yang benar.
Adanya pipa air yang bocor, biasanya terindikasi kurang lebih 1 meter dari dinding dasar. Ini mudah terlihat bercak basahnya, lebih parah dari bewrcak basah lainnya. Solusi : ganti pipa yang bocor, lalu plester dengan komposisi material yang benar.
Retak rambut dinding Interior
Penyebab utamanya adalah karena pada dinding rumah anda terdapat unsur pembentuk plesteran yang tidak bersih dan banyak mangandung tanah atau material lainnya, air yang digunakan untuk mengaduk semen dari comberan, proses pengacian dilakukan saat belum waktunya, plesteran belum kering sempurna.
Solusi : retak-retak rambut diperbesar sedikit dan ditutup dengan plamir tembok, setelah mengering sempurna total baru difinishing.
Dinding luar belum diplester
Bila dinding rumah anda dibagian luar belum diplester maka seringkali anda jumpai dinding anda lembab. Air hujan masuk ke dalam material dinding melalui daya kapiler meresap melalui pori-pori material menembus ketebalan dinding berakhir pada dinding interior, berhenti dan membentuk pola air pada dinding.
Plesteran dinding luar dengan perbandingan material 1:3, tunggu kurang lebih 2 minggu memberi kesempatan plesteran kering total, kemudian diaci.
Air merembes dari celah dinding
Air merembes masuk dari celah dinding rumah kita yang berbatasan dengan tetangga mengakibatkan air masuk dari celah kedua dinding tersebut.
Solusi : tutup celah itu dengan plesteran kemudian lapisi dengan Pelapis Anti bocor .
Air merembes dari kamar mandi
Penyebabnya antara lain :

• sambungan pipa air rusak/putus
• kualitas material plesteran yang kurang baik.

Solusi : cukup mudah, yakni betulkan sambungan yang rusak/putus , kerok plesteran dan ganti dengan plesteran yang baik.
Semoga artikel ini berguna dan anda tidak mempunyai masalah lagi dengan dinding rumah.

Kamis, 17 Maret 2011

MENDAPATKAN KERAMIK YANG INDAH DAN AWET




Keindahan keramik tidak hanya ditentukan oleh perawatan melainkan sudah dimulai sejak proses pemilihan.

Keramik adalah jenis lantai yang paling banyak dipakai pada hunian (horizontal dan vertikal) di kota-kota besar. Keluhan yang sering muncul biasanya berkaitan dengan daya tahannya terhadap beban, gores, dan noda. Untuk mengatasinya selama ini saran yang diberikan cenderung terfokus pada perawatan. Padahal, perawatan berkala saja tidak memadai.

Untuk mendapatkan lantai atau dinding keramik yang rapi, indah, dan awet, prosesnya sudah dimulai sejak masa pemilihan dan pemasangan. Pemilihan harus tepat sesuai peruntukan, dan pemasangan harus rapi.

Mungkin Anda hanya bisa terlibat langsung dalam proses perawatan. Sedangkan pemilihan diserahkan pada tukang atau pemborong. Terlebih pemasangan, hampir pasti sepenuhnya ditangani tukang. Meskipun demikian Anda tetap bisa mengontrol proses pemilihan dan pemasangan itu bila memahami kiat memilih dan memasang keramik. Untuk itulah tips ini disajikan.

Pemilihan

Yang pertama harus dilihat dalam memilih keramik adalah ketahanan (bending strength)-nya terhadap benturan, gores, dan noda. Untuk itu Anda bisa membaca label atau menanyakannya kepada penjual. Bisa juga dengan mencoba menggoreskan koin pada permukaan keramik. Bila tergores berarti keramik kurang kuat dan bodinya kurang padat (mudah menyerap air).

Kini ada keramik yang diproduksi dengan teknologi “gres” yang lebih tahan terhadap beban, benturan, dan noda, daya serap air sangat rendah, dan lebih variatif bentuk, ukuran, motif, tekstur dan warnanya. Motif dan varian warna (tonality) menjadi pertimbangan berikutnya.

Tapi, itu saja tidak cukup. Anda juga perlu tepat memilih keramik karena ada banyak jenis keramik sesuai peruntukannya. Misalnya, keramik lantai dan dinding, keramik untuk rumah tinggal dan areal komersial, keramik untuk ruang dalam (interior) dan ruang luar (eksterior), keramik glossy (mengilap) dan doff atau rustic (tidak mengilap), dan seterusnya.

Ada produsen yang mendefinisikan secara rigid jenis-jenis keramik itu, ada pula yang hanya mengklasifikasikannya secara umum. Roman misalnya, membagi keramik lantainya menjadi lima kategori sesuai dengan daya tahannya terhadap gesekan. Mulai dari keramik untuk area yang hanya bisa dilalui dengan alas kaki lunak atau tanpa alas kaki dan tanpa gesekan kotoran, seperti kamar mandi rumah dan kamar tidur dengan jalan masuk tidak langsung dari luar, sampai keramik untuk area dengan lalu lintas pejalan kaki yang padat dengan gesekan yang keras seperti shopping center, airport, foyer hotel, area pejalan kaki, dan area industri.

Kualitas

Setiap jenis keramik juga memiliki kualitas yang berbeda. Ada yang kualitas satu (KW1), dua (KW2), dan tiga (KW3). Ketahanan, keindahan, presisi, dan harga keramik KW2 tentu lebih rendah ketimbang KW1. Begitu pula ukuran, motif, dan varian warna keramik, sangat bervariasi. Karena itu memilih keramik harus terencana, tidak bisa dadakan. Untuk itu sebelum memilih pastikan:

1. Luas dan lay out ruang yang akan dilapisi keramik karena akan menentukan jumlah, jenis, ukuran, varian warna, dan aksesoris (kalau ada) keramik yang harus dipesan.
2. Pola pemasangan keramik: paralel atau diagonal. Kebutuhan keramik untuk pemasangan paralel sangat berbeda dengan pemasangan diagonal. Pemasangan diagonal akan membuat banyak keramik terbuang (wastage). Itu artinya Anda harus melebihkan pesanan lebih banyak dibanding pemasangan secara paralel.
3. Spesifikasi permukaan yang akan dilapisi keramik: lantai atau dinding, ruang basah atau kering, ruang luar atau dalam, kalau ruang dalam, ruang dalam bagian mana, dan seterusnya. Pilih jenis keramik sesuai peruntukan.
Untuk area eksterior yang sering kontak dengan air seperti teras dan garasi misalnya, pilih keramik yang kuat, tahan cuaca, daya serap air rendah, doff, bertekstur, dan tidak licin (antislip).
Sebaliknya untuk area interior yang sering kontak dengan air seperti kamar mandi dan ruang cuci, sebaiknya bertekstur namun glossy sehingga mudah dibersihkan, daya serap air rendah, dan tidak licin. Sementara untuk area servis seperti dapur basah dan kering, bisa dipilih keramik antislip, bertekstur dan glossy atau sebaliknya, tergantung karakteristik area yang akan dilapisi.
Sedangkan untuk ruang khusus seperti tangga, pilih keramik stepnose atau steptile yang bagian pinggirnya bertekstur atau ada lekukan untuk mencegah orang terpeleset. Permukaan keramik bisa doff atau glossy sesuai selera dan desain interior.
4. Desain arsitektur dan interior rumah. Untuk rumah bergaya modern dengan perabot simpel, tentu lebih pas memilih keramik dengan motif dan warna yang netral, bukan keramik dengan warna ngejreng dan motif yang ramai. Untuk ruang kecil sebaiknya pilih keramik berukuran kecil atau sedang dengan warna-warna terang, meskipun biaya pemasangannya lebih mahal. Keramik berukuran besar di ruang kecil membuat ruang terkesan sempit meskipun pemasangan lebih mudah dan murah.
5. Konsistensi suplai keramik baik dalam jumlah, jenis, ukuran, maupun warnanya. Ini penting agar kalau suatu waktu butuh pengganti, mudah mendapatkannya, sehingga keramik di ruangan tidak belang. Akan lebih ideal bila memilih keramik dari produsen yang memberikan layanan purna jual, jasa konsultasi pemasangan dan supervisi (untuk tipe keramik tertentu).
6. Keahlian tukang yang akan memasang keramik. Terlebih bila memilih keramik KW2. Dengan tukang yang ahli, keramik KW2 pun bisa tampil indah seperti KW1.

MENDAPATKAN KERAMIK YANG INDAH DAN AWET




Keindahan keramik tidak hanya ditentukan oleh perawatan melainkan sudah dimulai sejak proses pemilihan.

Keramik adalah jenis lantai yang paling banyak dipakai pada hunian (horizontal dan vertikal) di kota-kota besar. Keluhan yang sering muncul biasanya berkaitan dengan daya tahannya terhadap beban, gores, dan noda. Untuk mengatasinya selama ini saran yang diberikan cenderung terfokus pada perawatan. Padahal, perawatan berkala saja tidak memadai.

Untuk mendapatkan lantai atau dinding keramik yang rapi, indah, dan awet, prosesnya sudah dimulai sejak masa pemilihan dan pemasangan. Pemilihan harus tepat sesuai peruntukan, dan pemasangan harus rapi.

Mungkin Anda hanya bisa terlibat langsung dalam proses perawatan. Sedangkan pemilihan diserahkan pada tukang atau pemborong. Terlebih pemasangan, hampir pasti sepenuhnya ditangani tukang. Meskipun demikian Anda tetap bisa mengontrol proses pemilihan dan pemasangan itu bila memahami kiat memilih dan memasang keramik. Untuk itulah tips ini disajikan.

Pemilihan

Yang pertama harus dilihat dalam memilih keramik adalah ketahanan (bending strength)-nya terhadap benturan, gores, dan noda. Untuk itu Anda bisa membaca label atau menanyakannya kepada penjual. Bisa juga dengan mencoba menggoreskan koin pada permukaan keramik. Bila tergores berarti keramik kurang kuat dan bodinya kurang padat (mudah menyerap air).

Kini ada keramik yang diproduksi dengan teknologi “gres” yang lebih tahan terhadap beban, benturan, dan noda, daya serap air sangat rendah, dan lebih variatif bentuk, ukuran, motif, tekstur dan warnanya. Motif dan varian warna (tonality) menjadi pertimbangan berikutnya.

Tapi, itu saja tidak cukup. Anda juga perlu tepat memilih keramik karena ada banyak jenis keramik sesuai peruntukannya. Misalnya, keramik lantai dan dinding, keramik untuk rumah tinggal dan areal komersial, keramik untuk ruang dalam (interior) dan ruang luar (eksterior), keramik glossy (mengilap) dan doff atau rustic (tidak mengilap), dan seterusnya.

Ada produsen yang mendefinisikan secara rigid jenis-jenis keramik itu, ada pula yang hanya mengklasifikasikannya secara umum. Roman misalnya, membagi keramik lantainya menjadi lima kategori sesuai dengan daya tahannya terhadap gesekan. Mulai dari keramik untuk area yang hanya bisa dilalui dengan alas kaki lunak atau tanpa alas kaki dan tanpa gesekan kotoran, seperti kamar mandi rumah dan kamar tidur dengan jalan masuk tidak langsung dari luar, sampai keramik untuk area dengan lalu lintas pejalan kaki yang padat dengan gesekan yang keras seperti shopping center, airport, foyer hotel, area pejalan kaki, dan area industri.

Kualitas

Setiap jenis keramik juga memiliki kualitas yang berbeda. Ada yang kualitas satu (KW1), dua (KW2), dan tiga (KW3). Ketahanan, keindahan, presisi, dan harga keramik KW2 tentu lebih rendah ketimbang KW1. Begitu pula ukuran, motif, dan varian warna keramik, sangat bervariasi. Karena itu memilih keramik harus terencana, tidak bisa dadakan. Untuk itu sebelum memilih pastikan:

1. Luas dan lay out ruang yang akan dilapisi keramik karena akan menentukan jumlah, jenis, ukuran, varian warna, dan aksesoris (kalau ada) keramik yang harus dipesan.
2. Pola pemasangan keramik: paralel atau diagonal. Kebutuhan keramik untuk pemasangan paralel sangat berbeda dengan pemasangan diagonal. Pemasangan diagonal akan membuat banyak keramik terbuang (wastage). Itu artinya Anda harus melebihkan pesanan lebih banyak dibanding pemasangan secara paralel.
3. Spesifikasi permukaan yang akan dilapisi keramik: lantai atau dinding, ruang basah atau kering, ruang luar atau dalam, kalau ruang dalam, ruang dalam bagian mana, dan seterusnya. Pilih jenis keramik sesuai peruntukan.
Untuk area eksterior yang sering kontak dengan air seperti teras dan garasi misalnya, pilih keramik yang kuat, tahan cuaca, daya serap air rendah, doff, bertekstur, dan tidak licin (antislip).
Sebaliknya untuk area interior yang sering kontak dengan air seperti kamar mandi dan ruang cuci, sebaiknya bertekstur namun glossy sehingga mudah dibersihkan, daya serap air rendah, dan tidak licin. Sementara untuk area servis seperti dapur basah dan kering, bisa dipilih keramik antislip, bertekstur dan glossy atau sebaliknya, tergantung karakteristik area yang akan dilapisi.
Sedangkan untuk ruang khusus seperti tangga, pilih keramik stepnose atau steptile yang bagian pinggirnya bertekstur atau ada lekukan untuk mencegah orang terpeleset. Permukaan keramik bisa doff atau glossy sesuai selera dan desain interior.
4. Desain arsitektur dan interior rumah. Untuk rumah bergaya modern dengan perabot simpel, tentu lebih pas memilih keramik dengan motif dan warna yang netral, bukan keramik dengan warna ngejreng dan motif yang ramai. Untuk ruang kecil sebaiknya pilih keramik berukuran kecil atau sedang dengan warna-warna terang, meskipun biaya pemasangannya lebih mahal. Keramik berukuran besar di ruang kecil membuat ruang terkesan sempit meskipun pemasangan lebih mudah dan murah.
5. Konsistensi suplai keramik baik dalam jumlah, jenis, ukuran, maupun warnanya. Ini penting agar kalau suatu waktu butuh pengganti, mudah mendapatkannya, sehingga keramik di ruangan tidak belang. Akan lebih ideal bila memilih keramik dari produsen yang memberikan layanan purna jual, jasa konsultasi pemasangan dan supervisi (untuk tipe keramik tertentu).
6. Keahlian tukang yang akan memasang keramik. Terlebih bila memilih keramik KW2. Dengan tukang yang ahli, keramik KW2 pun bisa tampil indah seperti KW1.

Rabu, 09 Maret 2011

KAMI SIAP MEWUJUDKAN IMPIAN ANDA

Melalui berbagai pengalaman menjadi mandor bangunan dalam melaksanakan pembangunan rumah baik rumah pribadi maupun town house.

Serta renovasi rumah, yang sudah tak terhitung berapa banyak rumah yang sudah kami renovasi di jakarta maupun di luar jakarta,

kami dapat mewujudkan kreasi Anda serta impian Anda, yang selalu mendambakan pembangunan rumah yang indah, kuat, murah, dan cepat,

Dengan mempertimbangkan

-MUTU,

-KUALITAS,

-BIAYA,

-WAKTU,

Serahkan kepada kami pekerjaan rumah anda dengan senang hati kami akan kerjakan dengan RAPI, TELITI, EFISIEN BIAYA, dengan tenaga ahli kami, tentunya sudah sangat berpengalaman dan profesional menangani bangunan rumah Anda.

KAMI SIAP MEWUJUDKAN IMPIAN ANDA

Melalui berbagai pengalaman menjadi mandor bangunan dalam melaksanakan pembangunan rumah baik rumah pribadi maupun town house.

Serta renovasi rumah, yang sudah tak terhitung berapa banyak rumah yang sudah kami renovasi di jakarta maupun di luar jakarta,

kami dapat mewujudkan kreasi Anda serta impian Anda, yang selalu mendambakan pembangunan rumah yang indah, kuat, murah, dan cepat,

Dengan mempertimbangkan

-MUTU,

-KUALITAS,

-BIAYA,

-WAKTU,

Serahkan kepada kami pekerjaan rumah anda dengan senang hati kami akan kerjakan dengan RAPI, TELITI, EFISIEN BIAYA, dengan tenaga ahli kami, tentunya sudah sangat berpengalaman dan profesional menangani bangunan rumah Anda.

Jumat, 04 Maret 2011

PILIH TUKANG HARIAN ATAU BORONG UPAH KERJA




Tukang merupakan bagian

penting dalam membangun rumah. Menggunakan

tukang yang tepat memang

bukan pekerjaan yang mudah. mencari pekerja dan sistem pengupahannya tidak begitu mudah Pada dasarnya, sistem pembayaran dibedakan menjadi 2 macam yaitu sistem :



SISTEM UPAH HARIAN KERJA

Sistem harian sebaiknya dilakukan jika pemilik rumah mempunyai waktu yang cukup untuk mengawasi pekerjaan. Untuk sistem harian, pemilik rumah harus menyiapkan material secara matang agar tukang tidak ada kesempatan untuk mengganggur, artinya segala yang di butuhkan untuk keperluan dalam pekerjaan tukang baik itu dalam bentuk bahan material ataupun peralatan.

Kemudian pemilik rumah harus bisa memberi pengarahan apa saja yang perlu di kerjakan, jika anda kurang paham mengenai hal ini sebaiknya anda minta bantuan Mandor Bangunan untuk membantu anda.

Hal ini dilakukan agar pekerjaan tukang bisa terorganisir bahkan pekerjaannya bisa terarah artinya pekerjaan apa saja bisa di lakukan bersama-sama tanpa menggangu pekerjaan yang lain.


SISTEM BORONG UPAH KERJA

Pada sistem borongan upah adalah sistem pembayaran yang dilakukan atas dasar hasil dari pekerjaan (opname) kebanyakan pembayaran bertahap Dp 10% Tahap 2 : 25% Tahap 3 : 25% Dan seterusnya. Di akhir pekerjaan menyisakan 2-5% guna untuk masa perawatan sesuai perjanjian antara pemilik dan mandor.

pemilik rumah hanya tinggal terima jadi atau terima kunci.



Sebelum akhirnya memilih salah satu sistem borongan, hendaknya dipertimbangkan dahulu waktu yang diperlukan,Tingkat kesulitan dalam pekerjaan dan penggunaan bahan material yang disesuaikan dengan model rumah yang di harapkan, sehingga apa yang menjadi keinginan pemilik bisa terwujud seperti model dan desain rumah yang di harapkan, tentunya sesuai dengan kwalitas bahan dan hasil pekerjaan yang baik.

PILIH TUKANG HARIAN ATAU BORONG UPAH KERJA




Tukang merupakan bagian

penting dalam membangun rumah. Menggunakan

tukang yang tepat memang

bukan pekerjaan yang mudah. mencari pekerja dan sistem pengupahannya tidak begitu mudah Pada dasarnya, sistem pembayaran dibedakan menjadi 2 macam yaitu sistem :



SISTEM UPAH HARIAN KERJA

Sistem harian sebaiknya dilakukan jika pemilik rumah mempunyai waktu yang cukup untuk mengawasi pekerjaan. Untuk sistem harian, pemilik rumah harus menyiapkan material secara matang agar tukang tidak ada kesempatan untuk mengganggur, artinya segala yang di butuhkan untuk keperluan dalam pekerjaan tukang baik itu dalam bentuk bahan material ataupun peralatan.

Kemudian pemilik rumah harus bisa memberi pengarahan apa saja yang perlu di kerjakan, jika anda kurang paham mengenai hal ini sebaiknya anda minta bantuan Mandor Bangunan untuk membantu anda.

Hal ini dilakukan agar pekerjaan tukang bisa terorganisir bahkan pekerjaannya bisa terarah artinya pekerjaan apa saja bisa di lakukan bersama-sama tanpa menggangu pekerjaan yang lain.


SISTEM BORONG UPAH KERJA

Pada sistem borongan upah adalah sistem pembayaran yang dilakukan atas dasar hasil dari pekerjaan (opname) kebanyakan pembayaran bertahap Dp 10% Tahap 2 : 25% Tahap 3 : 25% Dan seterusnya. Di akhir pekerjaan menyisakan 2-5% guna untuk masa perawatan sesuai perjanjian antara pemilik dan mandor.

pemilik rumah hanya tinggal terima jadi atau terima kunci.



Sebelum akhirnya memilih salah satu sistem borongan, hendaknya dipertimbangkan dahulu waktu yang diperlukan,Tingkat kesulitan dalam pekerjaan dan penggunaan bahan material yang disesuaikan dengan model rumah yang di harapkan, sehingga apa yang menjadi keinginan pemilik bisa terwujud seperti model dan desain rumah yang di harapkan, tentunya sesuai dengan kwalitas bahan dan hasil pekerjaan yang baik.

Rabu, 16 Februari 2011

TIPS BANGUN RUMAH

Tentukan konsep tentang renovasi secara matang Pada tahap ini, kita menentukan bagian rumah mana saja yang ingin kita perbaiki, bagaimana desain renovasi dan desain rumahnya, apakah kita akan menggunakan kembali material lama atau tidak. Bila ingin menggunakan material lama tentu harus dibongkar secara hati-hati agar tidak rusak. Sedangkan menentukan desain renovasi rumah berguna agar hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan. Karena bila hasil tidak sesuai, kita harus membongkarnya sehingga biaya yang dikeluarkan lebih banyak. Dengan mengetahui konsep dengan matang juga membantu tukang mengerjakan dengan lebih cepat. · Tentukan bahan bangunan dan kualitas material bangunan yang akan digunakan Bila memang dana renovasi rumah kita terbatas, tidak ada salahnya kita menggunakan barang-barang berkualitas sedang atau barang bekas. Bila kita memilih dengan cermat, kita dapat menemukan barang bekas tapi berkualitas baik. Penggunaan barang-barang berkualitas sedang misalnya untuk keramik lantai, kayu-kayu, kusen, atau cat interior. Keramik yang dipasang dengan teknik yang baik dapat menghasilkan lantai yang indah walaupun menggunakan keramik kualitas sedang. Sedangkan bagian-bagian yang wajib menggunakan barang-barang dengan kualitas baik adalah pada bagian fondasi rumah, pipa air yang ditanam, struktur bangunan, rangka atap. Dapat dibayangkan bila pada bagian tadi terjadi kebocoran atau rusak, tentu kita harus membongkar lagi yang berarti perlu mengeluarkan uang lagi. Untuk cat eksterior juga disarankan menggunakan kualitas baik karena bagian luar rumah biasanya terkena hujan, teriknya matahari atau udara lembab. · Menghilangkan satu bagian pekerjaan renovasi Yang dimaksud disini adalah kita tidak melakukan satu bagian pekerjaan desain renovasi dan desain rumah, sehingga waktu yang digunakan lebih cepat dan dapat menghemat biaya. Misalnya : tembok rumah tanpa diplester yang dapat membuat tembok tampak alami, atau mengecat tanpa di plamur. · Pemilihan cara pembayaran Cara pembayaran umumnya terbagi dua, yaitu borongan dan harian. Bila memang kita sudah pasti apa yang akan direnovasi bangunan dan kita sudah mengetahui konsep renovasi secara matang, maka lebih baik kita menggunakan sistem borongan. Sebaliknya, bila konsep renovasi rumah kita belum jelas kita dapat membayar tukang secara harian. · Pilih waktu yang tepat untuk renovasi renovasi bangunan sebaiknya jangan dilakukan saat musim hujan, karena pada musim ini tukang yang mengerjakan dapat menemui kesulitan. Selain itu, untuk bagian yang berada di luar yang sedang direnovasi menjadi sulit kering dan bahkan bisa menjadi rusak. Dengan menerapkan jurus-jurus tadi, semoga kita bisa menghemat biaya tapi tidak mengurangi keindahan rumah. Selamat membangun rumah.

TIPS BANGUN RUMAH

Tentukan konsep tentang renovasi secara matang Pada tahap ini, kita menentukan bagian rumah mana saja yang ingin kita perbaiki, bagaimana desain renovasi dan desain rumahnya, apakah kita akan menggunakan kembali material lama atau tidak. Bila ingin menggunakan material lama tentu harus dibongkar secara hati-hati agar tidak rusak. Sedangkan menentukan desain renovasi rumah berguna agar hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan. Karena bila hasil tidak sesuai, kita harus membongkarnya sehingga biaya yang dikeluarkan lebih banyak. Dengan mengetahui konsep dengan matang juga membantu tukang mengerjakan dengan lebih cepat. · Tentukan bahan bangunan dan kualitas material bangunan yang akan digunakan Bila memang dana renovasi rumah kita terbatas, tidak ada salahnya kita menggunakan barang-barang berkualitas sedang atau barang bekas. Bila kita memilih dengan cermat, kita dapat menemukan barang bekas tapi berkualitas baik. Penggunaan barang-barang berkualitas sedang misalnya untuk keramik lantai, kayu-kayu, kusen, atau cat interior. Keramik yang dipasang dengan teknik yang baik dapat menghasilkan lantai yang indah walaupun menggunakan keramik kualitas sedang. Sedangkan bagian-bagian yang wajib menggunakan barang-barang dengan kualitas baik adalah pada bagian fondasi rumah, pipa air yang ditanam, struktur bangunan, rangka atap. Dapat dibayangkan bila pada bagian tadi terjadi kebocoran atau rusak, tentu kita harus membongkar lagi yang berarti perlu mengeluarkan uang lagi. Untuk cat eksterior juga disarankan menggunakan kualitas baik karena bagian luar rumah biasanya terkena hujan, teriknya matahari atau udara lembab. · Menghilangkan satu bagian pekerjaan renovasi Yang dimaksud disini adalah kita tidak melakukan satu bagian pekerjaan desain renovasi dan desain rumah, sehingga waktu yang digunakan lebih cepat dan dapat menghemat biaya. Misalnya : tembok rumah tanpa diplester yang dapat membuat tembok tampak alami, atau mengecat tanpa di plamur. · Pemilihan cara pembayaran Cara pembayaran umumnya terbagi dua, yaitu borongan dan harian. Bila memang kita sudah pasti apa yang akan direnovasi bangunan dan kita sudah mengetahui konsep renovasi secara matang, maka lebih baik kita menggunakan sistem borongan. Sebaliknya, bila konsep renovasi rumah kita belum jelas kita dapat membayar tukang secara harian. · Pilih waktu yang tepat untuk renovasi renovasi bangunan sebaiknya jangan dilakukan saat musim hujan, karena pada musim ini tukang yang mengerjakan dapat menemui kesulitan. Selain itu, untuk bagian yang berada di luar yang sedang direnovasi menjadi sulit kering dan bahkan bisa menjadi rusak. Dengan menerapkan jurus-jurus tadi, semoga kita bisa menghemat biaya tapi tidak mengurangi keindahan rumah. Selamat membangun rumah.

KIRIM EMAIL